Pages

Senin, 13 April 2015

Jiwa Ekonom Islam




Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh...

Bismillahirrohmanirrohim... apa kabar sahabat-sahabtku semua?? semoga allah senantiasa memberi keberkahan hidup dan melindungi kita semua. amin.

saya adalah salah satu mahasiswa jurusan Ekonomi Islam di UIN Walisongo Semarang, oleh karena itu hal pertama yang akan saya kupas di dalam blog baru ini adalah sebuah pernyataan bahwa "Seorang ekonom adalah pembuka 9 dari 10 pintu rejeki yang ada di dunia" apakah pernyataan tersebut benar? jiaka pernayatan itu benar, maka kita akan lebih mudah membuka pintu hati wanita sholihah yang kelak akan menemani kita dalam mahligai rumahtangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. amin.. yuuk kita kupas lebih dalam... cekidot!!

NIAGA, ya seorang ekonom identik dengan kata niaga, berdagang, dan berbisnis. selanjutnya ketika kita kaitkan kata Islam ke dalam Ekonomi, maka berarti seorang ekonom tersebut harus melakukan segala macam aktivitas ekonominya dengan berlandaskan syari'ah Islam. benar begitu kaaan?. terus kenapa harus berniaga? Mengapa beradagang atau berbisnis??
Nabi junjungan kita Muhammad saw adalah seorang pengusaha yang sukses. Dimana pada usia 20an, perdagangannya sudah menembus negara negara tetangga, bahkan waktu dimana beliau menjadi pedagang lebih lama daripada waktu beliau menjadi nabi. Istri kesayangan Nabi juga pedagang, empat sahabat nabi juga ternyata pedagang yang kaya raya. Sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga juga hampir semuanya pedagang dll. Kesimpulannya adalah islam tidaklah asing dengan perdagangan, katanya kita mengaku sebagai umatnya, ya profesi paling tepat untuk umat muslim ya berdagang. Kita lihat beberapa hadits yang menegaskan keutamaan berdagang...

“Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.”(HR.Ahmad)

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rafi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).

Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba...(QS.Al-Baqoroh (2); 275)

Dengan demikian berdagang sangat dianjurkan bagi umat islam, tentunya dengan berdagang dengan cara yang baik dan barang yang diperjual belikan pun yang halal dan mendatangkan manfaat bagi keduanya (baca:penjual dan pembeli) biar usaha kita berkah dan tidak merugikan orang lain...

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang,” (Muttafaqun ‘alaih)

Ayoo ,,,mulai sekarang kita berdagang...
begitu banyak manfaat dari kita berdagang, mulai dari menggerakkan roda ekonomi, menyerap pengangguran, berbagi pada sesama, meminimalis tindak korupsi (karna yang korup adalah karyawan dan pejabat). Pedaganglah yang memengaruhi pemerintah secara langsung, bahkan merekalah yang mengendalikan dunia..

Menjadi pedagang bisa dimulai dari yang tanpa modal atau modal kecil jadi tidak harus pake modal besar (baca; duit). seperti yang sebagian besar orang pikirkan, banyak cara untuk kita mulai berbisnis asal kita jujur, mencoba segala peluang yang ada, berusaha dan berdoa.

Coba kita sedikit melihat negara ini, begitu banyak pengangguran, mulai dari kalangan yang berpendidikan (baca:sekolah formal) seperti sarjana, lulusan SMA.dsb, sampai kalangan fakir miskin. Mereka pusing cari pekerjaan kesana kemari, mengapa tidak kita rubah cara berpikir kita dari "mencari pekerjaan" menjadi "membuka lowongan pekerjaan". kan dengernya juga lebih enak....iya tho..??
Kuncinya adalah membuka usaha itu mudah, jadi jangan terlalu banyak mikir ini dan itu. kalau kita terlalu banyak mikir usahanya ga buka-buka,,hehehe...
lakukan saja selama tidak berdosa maka jalan-jalan kebaikan akan terbuka untuk kita,,

Siapa si manusia di dunia ini yang tidak ingin bahagia, sehat, sukses dan kaya? mungkin itulah impian setiap orang yang masih punya akal sehat hehehe.. Tapi apakah benar kita sudah benar-benar berjuang untuk meraih impian kita dengan semangat membaja, tanpa kenal putus asa meski sudah gagal beberapa kali tapi masih bangkit lagi untuk meraihnya lagi,dan tetap dijalan yang baik & benar??ternyata tidak banyak orang yang benar-benar memperjuangkan impiannya, apalagi bagi mereka yang pernah mengalami kegagalan.kebanyakan mereka menyerah, padahal mungkin saja kesuksesan hampir mereka raih kalau saja mereka bangkit dari jatuh dan maju lagi.

Bilangnya pengen kaya dan sukses, tapi untuk sedikit menyisihkan uang dan waktu untuk belajar saja banyak alasan.hehe..ya kapan ketemunya sama yang namanya kesuksesan? dan memang sebagian dari kita tu pandai berkelit (jangan tersinggung kalo emang ngrasa ya hehehe...:-(

Aslinya emang miskin ngakunya sederhana, aslinya emang lamban eh ngakunya sabar,
aslinya emang pasrah dan putus asa ehh ngakunya ikhlas dan tawakal, adalagi aslinya emang pemalas tapi ngakunya zuhud dan qana'ah...adapula paham yang mengatakan " cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan " kenyataannya justru agama langit ini sangat menganjurkan pengikutnya untuk kaya yang tertulis melalui ayat-ayatNya,hadist-hadist dan langsung dicontohkan oleh RosulNya karna memang tidak ada satu ayatpun yang menganjurkan untuk hidup miskin. Karna dengan kita kaya akan memudahkan kita untuk beribadah kepadaNya; untuk zakat & sedekah,haji & 
umroh, menafkahi keluarga & ahli waris, menuntut ilmu & menemui guru guru, dakwah & syiar dan bagi yang masih lajang siapkanlah kedo terindah bagi istrimu kelak..yaitu wanita yang kau ambil dari bapak ibunya.. bahagiakan dia dengan hata mu.. cinta tanpa harta bagaikan janji bersama untuk hidup merana.. 

itulah kita (termasuk saya kadang gitu ) terlalu kaya..(kaya alasan)..hehehehe... dan kita belum benar-benar berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Marilah kita bersama-sama mewujudkan impian-impian untuk orang-orang yang kita cintai, untuk membangun negara ini, serta untuk membela agama Islam.

Karna untuk kaya dan sukses adalah hak setiap manusia, sampai Khalifah Ali sahabat Nabi pernah berpesan "Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku akan membunuhnya !". Terus ada lagi pesan dari seorang pengusaha Donal Trump "Kalau anda terlahir miskin itu bukan salah anda, tapi kalau anda mati miskin itu salah anda".

nah,,lebih baik hidup kaya dan mengkayakan serta sukses dan mensukseskan, andaikata sekarang kita belum kaya ya tidak apa-apa, hanya saja kita pastikan punya impian dulu buat kaya..ya ga?? daripada miskin masuk neraka lebih baik kaya masuk surga..hehehe...

kalau ada kekurangan dari kata-kata saya saya minta maaf sebesar-besarnya dan kalau ada kelebihannya bisa dipastikan itu RIBA

hehehe..
Semoga sajian ini bermanfaat bagi kita semua. amin..


wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.















2 komentar: